Sabtu, 26 Maret 2016

Kebugaran Dan Kesehatan

Penyebab Penyakit Liver dan Pengobatannya

penyebab-penyakit-liver-pengobatannya-pencegahannyaBerikut akan dijelaskan penyebab penyakit liver dan pengobatannya. Penyebab penyakit yang satu ini ada beberapa. Pertama, penyakit ini disebabkan oleh infeksi kronis pada penderita hepatitis yang sudah berkelanjutan. Kedua, para peminum alkohol dan obat-obatan terlarang juga beresiko tinggi terkena penyakit liver. Selain itu mengkonsumsi obat medis secara sembarangan tanpa adanya resep atau anjuran dokter dapat meningkatkan resiko kerusakan pada organ hati.
Mulailah hidup sehat dari sekarang. Pantau kondisi kesehatan Anda dengan alat kesehatan yang akurat, dapatkan di Glorya Medica.
Semua faktor penyebab di atas jika tidak memperoleh pengobatan akan menimbulkan gejala yang disebut sirosis hati. Sel-sel hati akan mengalami peradangan bahkan kematian sel akibat dari penyebab di atas. Jika fungsi hati sudah mulai menurun maka berbagai macam aktivitas yang bergantung pada organ hati akan terganggu. Pengobatan medis yang dilakukan untuk pasien pada tahap awal umumnya adalah mengatasi penyebabnya.
Jika penyebab penyakit liver tersebut karena masalah infeksi maka pemberian obat untuk mengatasi infeksi akan membantu menghambat proses kerusakan hati. Menghentikan konsumsi alkohol dan mengurangi asupan garam juga dapat membantu menyelamatkan fungsi organ hati anda. Jika organ hati sudah mengalami disfungsi yang cukup kronis maka perlu dilakukan tindakan medis lanjutan untuk mengatasi masalah tersebut. Operasi dapat dilakukan dengan dua metode. Yang pertama yaitu dengan memotong bagian hati yang mengalami kerusakan agar tidak semakin menyebar ke bagian organ yang sehat. Kedua adalah dengan melakukan transplantasi hati dari pendonor.

Penyebab Penyakit Liver dan Pencegahannya

Penyebab penyakit liver dan pencegahannya akan dibahas lebih lanjut di sini. Jika anda sudah mengetahui penyebabnya dan berbagai macam resiko yang harus diambil jika menderita penyakit liver maka sebaiknya anda lebih memahami dan menerapkan cara mencegahnya agar anda dan keluarga terhindar dari penyakit yang mematikan ini. Sebaiknya anda hindari rokok, minuman beralkohol dan mengkonsumsi obat-obatan sembarangan agar terhindar dari berbagai gangguan hati akibat toksin atau racun yang berasal dari bahan kimia di atas.
Selanjutnya anda juga tidak boleh sembarangan jajan di pinggir jalan karena virus hepatotis bisa menjangkit nada yang mungkin sedang berdaya tahan tubuh lemah. Lakukan aksi hepatitis A dan B saat balita pada anak untuk menghindari infeksi di kemudian hari. Lakukan pemeriksaan rutin terhadap berbagai macam organ vital tubuh kita secara rutin minimal dua tahun sekali. Jangan remehkan penyakit yang satu ini karena jika telat diatasi maka akan menjadi penyakit yang bisa merenggut nyawa anda dan keluarga.
Nah, sekarang anda sudah lebih memahami tentang penyebab penyakit liver yang sungguh berjaya jika tidak mendapat penanganan medis yang tepat dan sedini mungkin. Pergilah ke dokter jika anda mendapati diri anda maupun keluarga yang mengalami gejala gejala yang mengarah ke penyakit liver semisal demam dan pembengkakan pada area perut agar tak terlambat.

Ekonomi

Konsulat Ramallah Diharapkan Tingkatkan Hubungan Ekonomi RI-Palestina


Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Arrmanatha Nasir, saat ditemui di Gedung Kemenlu, Jakarta Pusat, Senin (9/11/2015).

JAKARTA, KOMPAS.com - Juru bicara Kementerian Luar Negeri Arrmanatha Nasir mengharapkan konsulat kehormatan di Ramallah, Palestina, yang dibuka awal 2016 dapat meningkatkan hubungan ekonomi Indonesia dan Palestina.
"Salah satu fungsi konsulat Ramallah adalah untuk meningkatkan hubungan ekonomi dan sosial budaya," kata Arrmanatha, saat jumpa pers di Kantor Kemlu, Jakarta, Kamis (24/3/2016).
Dia mengatakan, konsul kehormatan Indonesia di konsulat Ramallah adalah seorang pengusaha wanita yang cukup dikenal di wilayah itu. Karena itu Indonesia berharap paling tidak hubungan dagang kedua negara akan meningkat.
Selain itu, Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno LP Marsudi juga telah menginformasikan konsul kehormatan saat bertemu di Ramallah terkait adanya "Trade Expo" pada Oktober 2016, yang biasanya diadakan setiap tahun.
Menlu Retno berpesan agar dapat memastikan ada pengusaha Palestina datang ke Indonesia.
Bahkan, Menlu berharap semakin banyak yang datang untuk meningkatkan hubungan perdagangan kedua negara.
Selain itu, hubungan di bidang pariwisata dan pendidikan diplomatik antar kedua negara semakin meningkat.
Tujuan dibukanya konsulat di Ramallah adalah untuk meningkatkan dan memastikan keberadaaan Indonesia di Ramallah, Palestina.
"Konsul kehormatan kita merupakan satu-satunya konsul kehormatan asing di Ramallah," tuturnya.
Konsul Kehormatan pertama Indonesia di Palestina, Maha Abu-Shusheh, berkedudukan di Ramallah.
Juru bicara Kemlu Arrmanatha Nasir juga mengatakan konsulat itu berfungsi untuk memberikan perlindungan dan bantuan bagi warga negara Indonesia (WNI) yang membutuhkan.
"Karena kunjungan WNI ke kawasan Palestina cukup banyak sehingga apabila mereka membutuhkan bantuan seperti contoh pasport hilang atau ada masalah, maka harus ada orang yang mereka bisa hubungi di Palestina," ujarnya.
Sebelumnya, Indonesia secara resmi membuka konsulat kehormatan di Ramallah pada awal 2016 dan akan dipimpin oleh seorang perempuan Palestina.
"Konsul kehormatan kita itu memang warga Palestina, dia akan berkedudukan di Ramallah," ujar Direktur Jenderal Multilateral Kementerian Luar Negeri Hasan Kleib di Jakarta.

Berita Terkiini

TEMPO.COJakarta - Pengamat terorisme, Nasir Abbas, mengatakan pelaku teror pada Kamis pagi kemarin adalah Sunakin alias Afif. Dia diduga pria yang mengenakan topi, kaus hitam, dan celana jins; membawa dua ransel, serta menembaki warga di sekitar kompleks pertokoan Sarinah, Jalan M.H. Thamrin, Jakarta Pusat. Pria tersebut tercatat berasal dari Desa Duren, Kecamatan Klari, Kabupaten Karawang, Jawa Barat.




Di Indonesia, menurut Nasir, Sunakin telah lama berkecimpung dalam jaringan teroris. Pada 2010, Sunakin ditangkap pihak kepolisian bersama Dul Matin saat melakukan latihan militer di Gunung Bun, Aceh Besar. "Ada beberapa tersangka lain yang juga ditangkap saat itu, di antaranya Ajad Sudrajad dan Sugito," ucap Nasir kepada Tempo, Jumat, 15 Januari 2016.

BACA: Bahrun Naim Ngeblog, Sebut Serangan Paris Inspiratif

Kamis kemarin, serangkaian bom meledak di sekitar Sarinah sekitar pukul 10.53 WIB. Ledakan tersebut disusul dengan adu tembak antara polisi dan pelaku ledakan. Sedikitnya tujuh orang tewas, termasuk lima terduga teroris. Di antara korban warga sipil yang tewas terdapat warga negara asing. Sedangkan sedikitnya 24 korban luka masih dirawat di sejumlah rumah sakit di Jakarta.



Saat para pembunuh berdarah dingin itu beraksi, fotografer Tempo, Aditia Noviansyah, berada di lokasi kejadian dan merekam aksi pelaku teror bom itu. Pelaku yang datang dari kerumunan massa menembak polisi. Dia beransel, mengenakan kaus tangan, bertopi merek sepatu, dan mengacungkan pistol. Terlihat pada foto pertama, pelaku teror seorang lelaki berwajah Indonesia.

BACA: Detik-detik Polisi Ditembak Dua Terduga Teroris Bom Sarinah

Lelaki itu berdiri di Jalan Thamrin arah Bundaran Hotel Indonesia. Aditia menembak pelaku dengan kameranya, lensa 70/200. Lelaki bertopi Nike tersebut terlihat bersama seseorang yang mengenakan pakaian biru dan rompi hitam. Lelaki itu juga mengenakan tas punggung.



Menurut Nasir, dalam aksi pengeboman dan penembakan di Sarinah, ada dua hal yang menjadi target teroris saat melakukan serangan teror. "Pertama, mereka menargetkan polisi. Kedua, menargetkan warga negara asing," tutur Nasir.

BACA: EKSKLUSIF: Penembak di Sarinah Itu Muncul dari Kerumunan Orang

Nasir berujar, kepolisian menjadi lembaga paling dibenci teroris. Kebencian itu muncul lantaran kepolisian menjadi penghalang teroris dalam beraksi. Apalagi kepolisian beberapa waktu lalu sempat melakukan operasi besar-besaran penangkapan terduga teroris. Menurut mantan anggota Jemaah Islamiyah itu, kinerja kepolisian dalam pengungkapan kasus terorisme cukup gemilang.



Kepolisian, ucap Nasir, berhasil meredam rencana teror di sejumlah wilayah saat perayaan Natal dan tahun baru lalu. "Kita harus mengapresiasi kinerja mereka," kata Nasir. Apalagi saat ini jaringan teroris mulai berkembang sejak kemunculan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS). Nasir menganalisis, teror bom di Sarinah diduga melibatkan jaringan kelompok Bahrun Naim.

BACA: Ciri Pelaku dan 11 Adegan Teroris Bom Sarinah

Bahrun ditengarai mengendalikan dan membiayai teror di Indonesia dari Suriah. Di Indonesia, salah satu jaringan Bahrun adalah Arif Hidayatullah. Jaringan Arif telah ditangkap polisi pada Desember lalu di Bekasi. Meski telah ditangkap, jaringan Bahrun berkembang menjadi sel-sel yang sangat banyak. Karena itu, kepolisian tidak mungkin bisa mendeteksi semua sel yang ada.

BACA: Saat Mahasiswa, Bahrun Naim Jadi Ketua Himpunan Mahasiswa

Selain polisi, warga negara asing yang berada di Indonesia menjadi target teror. Karena itu, kebanyakan teroris sering mengancam tempat-tempat publik yang sering ada warga negara asing. "Pola pikir mereka kan orang Barat menentang mereka dan ISIS," tuturnya.

Politik

  •   

JAKARTA, KOMPAS.com — Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama enggan membayar jasa konsultan politik jelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta 2017.
Basuki menyebut karakternya tidak perlu dibentuk demi meraih simpati warga Jakarta.
"Aku juga pakai konsultan politik kok. Konsultannya ya baca pakai doa saja (Tuhan)," kata pria yang akrab disapa Ahok itu di Waduk Pluit, Jakarta Utara, Kamis (24/3/2016).
Di samping itu, ia membantah telah membayar jasa lembaga survei Cyrus Network sebagai konsultan politiknya. Cyrus sebelumnya merupakan tim pemenangan pasangan Jokowi-Basuki pada Pilkada DKI Jakarta 2012.
"Aku enggak pernah bayar Cyrus dari dulu. Makanya, orang tanya sama saya, siapa yang ngajarin kamu ngomong?" kata Ahok. (Baca: Ahok: Survei Cyrus Network Pasti "Menangin" Saya Dong...)
Ahok menyebut tak ada orang yang mengajarinya berbicara atau berkomunikasi. Makanya, ia menyadari, tutur bicaranya kerap tidak beraturan dan tak jarang melontarkan kata-kata tak pantas.
"Kalian demen (suka) kan kalau aku ngomong ngaco he-he-he. Kalau kita diajarin ngomong, kan mesti santun, baik, aku kan enggak. Ngomong saja apa adanya, konsultan yang aku bayarmah pasti stres dia ikut aku," kata Ahok tertawa. (Baca: Konsultan Politik Ini Jadi Pemodal Awal Teman Ahok)